Kamis, 04 Agustus 2011

Tabung Kehidupan

Tabung kehidupan merupakan sebuah ilustrasi kehidupan yang menggambarkan tentang bagaimana kita hidup, mengisi kehidupan, memanfaatkan hasil kehidupan, sampai pada sesuatu yang ditinggalkan pasca kehidupan.

Saya mencoba untuk menceritakan ilustrasi tabung kehidupan tersebut.

Pertama, kita hidup di dunia, mencari penghasilan untuk membiayai kehidupan. Kehidupan kita merupakan sebuah tabung, yang memiliki lobang pada bagian atas, dimana pada lubang tersebut kita akan mengisinya dengan pendapatan. Kemudian, di bagian bawah terdapat lubang dimana kita melakukan pengeluaran. Jika pendapatan Rp. 10jt, maka pengeluaran harus kurang dari Rp. 10jt. Selisihnya kemudian di Tabung, dan di Investasikan.

Tabungan dan Investasi tersebut dipergunakan untuk masa depan, biaya pendidikan anak, dana cadangan. Pertanyaannya adalah, apakah proses pengisian tabung kehidupan tersebut dijamin? Apalah dapat berlangsung terus menerus?

Ternyata dalam hidup ini, kita mengenal Risiko Kehidupan. Resiko kehidupan secara garis besar terdiri dari:
1.) Sakit Kritis
2.) Cacat Tetap
3.) Tutup Usia.

Ketika terjadi risiko kehidupan, maka tabunga kehidupan akan pincang, dimana pendapatan dapat saja berhenti sama sekali, sementara pengeluaran akan tetap, bahkan dalam keadaan tertentu akan mengalami peningkatan, dan menghabiskan isi dari tabung kehidupan kita. Termasuk investasi. 90% masyarakat Indonesia mengalami hal ini.

Untuk itulah diperlukan suatu proteksi yang dapat memitigasi, atau meminimalisir beban kehidupan ketika terjadi risiko kehidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar